Review Novel Tere Liye Sunset & Rosie
Ketika semua keputusan terasa salah! Mungkin itulah yang dirasakan oleh Tegar.
Hidupnya sudah mulai terasa baik-baik saja: sukses dalam karir, calon tunangan cantik yang sangat mencintainya, dan mungkin yang paling penting.. sudah berdamai dengan patah cinta pertamanya. Ya, ia kini bahkan sangat dekat dengan anak-anak mereka.
Namun, hidupnya kembali carut marut ketika Tragedi Jimbaran Bali terjadi. Keputusannya menunda pertunangan demi mengurus sebuah keluarga yang tertimpa musibah, ternyata menimbulkan prahara kisah cintanya yang kedua. Akankah dia kembali kepada calon tunangannya? Ataukah cinta pertamanya menemukan harapannya kembali?
Identitas Buku Sunset & Rosie
Tokoh
Tegar adalah seorang profesional sukses di mata dunia. Namun, dia memiliki kisah cinta di masa lalu yang sangat menyakitkan hingga sulit move on.Rosie-lah cinta pertama Tegar. Mereka tumbuh bersama sejak kecil. Hingga suatu saat Tegar memutuskan hendak menyatakan cintanya kepada Rosie, namun Nathan telah mendahuluinya. Pernikahan Rosie dengan Nathan membuat Tegar melarikan diri ke Jakarta. Berusaha melupakan Rosie dengan mengejar karir.
Hingga Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili mengetuk pintu Tegar. Mereka adalah anak-anak Rosie dan Nathan. Mereka sangat sayang dengan pamannya, Tegar. Tegar pun sangat menyayangi mereka. Bentuk cinta Tegar pun berubah. Tegar pun telah dianggap sebagai bagian dari keluarga Nathan.
Sementara itu, Tegar telah menjalin hubungan dengan seorang gadis. Sekar namanya. Dia sangat mencintai Tegar dan bersedia mendengarkan segala keluh kesahnya tentang cinta pertamanya yang pupus. Namun, di dalam hati, Sekar selalu sadar bahwa dia tidak bisa menggantikan Rosie di hati Tegar.
Alur Cerita
Konflik muncul ketika Nathan tiba-tiba meninggal dunia akibat Tragedi Jimbaran. Rosie yang tidak mampu menghadapi kehilangan sosok Nathan, menjadi seseorang dengan gangguan mental berat. Sementara itu, ada empat orang anak yang kehilangan ayah dan ibunya. Tegar memutuskan menunda pertunangannya dengan Sekar untuk merawat keempat anak-anak Nathan, dan juga Rosie.
Lambat laun, cinta Nathan kepada Rosie tumbuh kembali. Namun, dia masih punya janji pertunangan dengan Sekar. Apakah Nathan akan menepati janjinya dengan Sekar? Ataukah dia berpaling dan kembali kepada cinta pertamanya? Baca selengkapnya di buku Sunset & Rosie ini ya..
Latar
Buku ini menggunakan latar tempat-tempat yang luar biasa indah di Bali dan Nusa Tenggara Barat , seperti Jimbaran, Gili Trawangan, dan Gunung Rinjani. Membaca buku ini seolah-olah kita sedang ikut menikmati wisata, namun pada saat yang sama sedang menyaksikan konflik yang dialami Tegar.
Begitu juga dengan Jakarta dengan segala kehirukpikukannya. Sebagaimana hiruk pikuk hubungan Tegar dengan Sekar.
Kisah ini menggunakan peristiwa Tragedi Jimbaran di tahun 2005 sebagai salah satu latar waktunya. Namun, tidak menggunakan nama-nama tempat yang sebenarnya.
Amanat Novel Sunset & Rosie
Penutup
Saya menutup buku ini dengan perasaan marah. Jika ada cowok paling red flag, Tegar dalam novel Sunset & Rosie -lah orangnya. Tere Liye telah berhasil membuat suasana saya kacau setelah membaca novel ini. Apakah ini suatu keunggulan? Ya, menurut saya ini adalah salah satu keunggulan buku ini : berhasil membawa pembaca ke dalam cerita. Apalagi latar tempatnya dideskripsikan dengan sangat indah, membuat saya jadi ingin jalan-jalan ke Gili Trawangan.
Saya kira, setelah membaca buku ini, saya harus membaca buku yang lebih humoris. Ada saran? Tulis di kolom komentar ya.


Posting Komentar
7 Komentar
Wah, ulasannya jujur dan bikin penasaran! Setuju banget, karakter utama yang red flag memang sering kali sukses membuat emosi pembaca teraduk-aduk. Novel yang berhasil membawa pembaca marah itu memang keunggulan tersendiri dari Tere Liye! Terima kasih sudah me-review.
BalasHapusTadinya aku pengen banget bacanya mbak. Tapi setelah baca ulasan ini aku jadi nggak tertarik. Sepertinya ada kekecewaan kalau baca. aku paling nggak suka sad ending atau open ended. Dan Bang Tere paling lihai dalam hal ini. Aku justru pengen nyari novel yang bikin kita bahagia-bahagia aja. Jangan jadi gemesh sama tokoh yang plin plan. Kayaknya Tegar gitu kan? Haha..kasian Sekar.
BalasHapusWah jadi auto penasaran baca nya nih karena rasanya emosi kita dimainin sebagai pembacs
BalasHapusSuka gereget ya sama tokoh yang jelas-jelas red flag jadi pengen ikutan marah. Saya suka tulisan-tulisannya Tere Liye.
BalasHapusDi antara semua buku Tere Liye yang sudah dibaca, novel inilah yang paling membuat aku muak. Dulu saat membacanya, judulnya masih Sunset Bersama Rosie. Namun, tiap mendengar Gili Trawangan langsung ingat pada Tegar dan Rosie, memang senancep itu mereka di ingatan.
BalasHapusSalah satu novel Tere Liye yang beres baca ku masih marah-marah dan berusaha untuk menciptakan ending versiku. Biasanya kan suka open ending, ini kok ya open ending sekalipun malah kaya nyesek sendiri. Mending liat sosmed dulu deh mbak, baru baca buku yang lain biar sedikit terlupakan
BalasHapusKasihan Sekar ya, cintanya tak berbalas. Buat apa diperjuangkan jika Tegar tidak bisa move on dari Rosie
BalasHapusYuk, bagikan pengalamanmu ketika membaca buku ini! Jangan tinggalkan tautan hidup ya!